oraminternational.org – 4 Risiko Penyakit Jantung Bawaan yang Bisa Dimulai Sejak Kehamilan. Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kondisi medis yang terjadi sejak lahir dan berhubungan dengan kelainan pada struktur jantung. Meskipun kebanyakan kasus penyakit jantung bawaan terdeteksi setelah lahir, beberapa masalah bisa dimulai bahkan sejak masa kehamilan. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi bayi yang lahir, tetapi juga mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Dalam artikel ini, kita akan membahas empat risiko utama penyakit jantung bawaan yang bisa dimulai sejak kehamilan, serta cara-cara untuk mengurangi atau mengelola risiko tersebut.
Kelainan Struktur Jantung yang Terjadi Sejak Janin
Pada tahap awal kehamilan, terutama pada trimester pertama, organ-organ janin mulai terbentuk. Jantung adalah salah satu organ pertama yang berkembang, dan kelainan pada struktur jantung bisa mulai terjadi sejak masa ini. Beberapa kelainan jantung bawaan, seperti cacat septum atrial atau ventrikular, bisa terjadi karena masalah pada proses pembentukan jantung yang tidak sempurna. 4 Risiko Jika kelainan ini tidak terdeteksi sejak dini, dampaknya bisa sangat serius saat bayi lahir.
Faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama gangguan ini. Jika ada riwayat penyakit jantung bawaan dalam keluarga, risiko anak mengalami hal serupa bisa lebih tinggi. 4 Risiko Selain itu, infeksi yang terjadi pada ibu selama kehamilan, seperti rubella atau virus lain, juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan struktural pada jantung janin.
Secara umum, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui apakah ada kelainan yang terjadi pada janin, meskipun tidak selalu mudah dideteksi. Beberapa tes ultrasonografi dapat membantu mendeteksi cacat struktural jantung pada tahap kehamilan tertentu, sehingga pengobatan atau perawatan lebih lanjut bisa dilakukan sejak bayi lahir.
Penyakit Jantung yang Berhubungan dengan Masalah Sirkulasi
Selain masalah pada struktur jantung, beberapa jenis penyakit jantung bawaan juga berhubungan dengan sirkulasi darah yang tidak normal. 4 Risiko Pada kehamilan, jika ibu mengalami kondisi medis seperti diabetes gestasional atau hipertensi, risiko gangguan sirkulasi pada janin bisa meningkat. Gangguan sirkulasi ini dapat menyebabkan jantung janin bekerja lebih keras atau mengalami peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah, yang pada gilirannya bisa berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung bawaan.
Diabetes gestasional pada ibu hamil, misalnya, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol, yang berisiko mempengaruhi pembentukan sistem sirkulasi janin. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengarah pada kelainan jantung pada anak yang baru lahir. 4 Risiko Selain itu, hipertensi pada ibu hamil (atau preeklampsia) dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin, yang berdampak pada kesehatan jantungnya.
Infeksi Ibu Hamil yang Mempengaruhi Jantung Janin
Infeksi tertentu yang dialami ibu selama kehamilan bisa memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan janin, termasuk masalah pada jantung. 4 Risiko Misalnya, infeksi rubella yang terjadi pada trimester pertama dapat menyebabkan cacat jantung bawaan pada bayi. Begitu pula dengan infeksi toksoplasmosis atau infeksi virus lainnya yang dapat mempengaruhi pembentukan jantung janin.
Infeksi ibu hamil dapat mengubah sistem kekebalan tubuh, yang memengaruhi perkembangan janin secara keseluruhan, termasuk jantung. 4 Risiko Infeksi ini bisa merusak pembentukan struktur jantung atau mengganggu sistem sirkulasi janin. Oleh karena itu, ibu hamil sangat disarankan untuk menjalani vaksinasi sebelum hamil, jika memungkinkan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan mereka bebas dari infeksi yang berisiko.

Pengaruh Gaya Hidup Ibu terhadap Kesehatan Jantung Janin
Gaya hidup ibu hamil juga berperan besar dalam kesehatan janin, termasuk dalam hal pengembangan jantung. 4 Risiko Ibu yang merokok, mengonsumsi alkohol, atau mengalami stres berat selama kehamilan berisiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan kelainan jantung bawaan. Kebiasaan buruk ini bisa mengganggu pembentukan organ-organ vital pada janin, termasuk jantung.
Merokok misalnya, menyebabkan pembatasan pasokan oksigen ke janin dan bisa memengaruhi pembuluh darah janin, yang pada gilirannya mengarah pada kelainan jantung. 4 Risiko Begitu juga dengan konsumsi alkohol yang terbukti berisiko tinggi menyebabkan berbagai cacat lahir, termasuk masalah pada jantung. Stres kronis yang dialami ibu juga dapat memengaruhi kesehatan janin, termasuk risiko kelainan jantung bawaan.
Kesimpulan
Penyakit jantung bawaan memang bisa dimulai sejak masa kehamilan, dan faktor-faktor seperti kelainan struktur jantung, gangguan sirkulasi, infeksi, serta gaya hidup ibu berperan besar dalam hal ini. Oleh karena itu, deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk meminimalkan risiko kelainan jantung pada janin. 4 Risiko Dengan penanganan yang tepat, banyak kondisi jantung bawaan dapat ditangani lebih baik, bahkan sebelum bayi lahir, memberikan peluang bagi mereka untuk tumbuh sehat. Bagi ibu hamil, kesadaran tentang risiko ini dan upaya untuk menjaga kesehatan selama kehamilan bisa sangat membantu dalam memastikan janin berkembang dengan baik.
