Gangguan Mental Kepribadian Ganda Bisa Disebabkan 5 Faktor Trauma

oraminternational.org – Gangguan Mental Kepribadian Ganda Bisa Disebabkan 5 Faktor Trauma. Gangguan mental kepribadian ganda, atau yang dikenal juga dengan Dissociative Identity Disorder (DID), bikin orang sering merasa ada “dua dunia” dalam satu tubuh. Perasaan ini bisa bikin bingung, bahkan untuk orang yang mengalaminya sendiri. Meski terdengar dramatis, gangguan ini punya dasar yang kuat dari pengalaman trauma masa lalu. Memahami faktor-faktor penyebabnya penting supaya kita bisa lebih empati dan sadar terhadap kesehatan mental.

Kekerasan Fisik: Luka yang Nggak Selalu Terlihat

Kekerasan fisik, terutama yang terjadi sejak kecil, sering jadi faktor utama munculnya kepribadian ganda. Tubuh mungkin menderita, tapi efeknya di pikiran bisa jauh lebih kompleks. Anak-anak yang sering dipukul atau disiksa cenderung mencari cara untuk “melarikan diri” dari kenyataan.

Transisinya bisa halus. Pikiran membagi diri menjadi beberapa identitas supaya bisa bertahan dari rasa sakit dan trauma. Misalnya, satu kepribadian tetap takut dan patuh, sementara kepribadian lain muncul untuk memberontak atau menanggung rasa sakit itu. Dalam banyak kasus, mekanisme ini jadi cara bertahan hidup yang tidak disadari.

Yang unik, orang dengan pengalaman kekerasan fisik sering nggak ingat detail trauma secara utuh. Otaknya memisahkan memori, sehingga beberapa kepribadian muncul dengan “kenangan” yang berbeda. Ini menjelaskan kenapa mereka bisa merasa seperti hidup di dunia yang berbeda dari orang lain.

Kekerasan Emosional: Luka yang Diam-diam Menyebar

Selain fisik, kekerasan emosional juga punya dampak yang dalam. Dihina, diremehkan, atau dikucilkan dalam jangka panjang bisa bikin anak merasa nggak aman. Akhirnya, mereka membangun kepribadian tambahan sebagai pelindung diri.

Transisinya kadang nggak disadari orang lain. Misalnya, satu kepribadian muncul untuk menghadapi dunia luar dengan tegas, sementara kepribadian lain tetap rapuh dan takut. Ini mekanisme adaptasi yang membantu mereka “berjalan” di dunia tanpa hancur secara emosional.

READ  Ngantuk Meski Cukup Tidur: 6 Tanda Tubuh Mengidap Diabetes

Kekerasan emosional juga bisa bikin gangguan kepribadian ganda terasa lebih kompleks daripada fisik. Luka di hati dan pikiran sering tersembunyi, tapi efeknya muncul lewat perubahan perilaku yang tiba-tiba, mood yang ekstrem, atau rasa identitas yang terpecah-pecah.

Trauma Seksual: Jejak Mendalam yang Sulit Hilang

Trauma seksual punya dampak besar pada perkembangan kepribadian. Gangguan Mental Anak-anak atau remaja yang mengalami pelecehan seksual sering merasa tubuh dan pikiran mereka nggak lagi aman. Dalam situasi ini, membagi diri menjadi beberapa identitas jadi cara untuk menanggung rasa takut dan malu.

Yang bikin unik, beberapa kepribadian muncul untuk menghadapi situasi tertentu. Gangguan Mental Misalnya, satu identitas mencoba menjaga rahasia atau menutupi rasa sakit, sementara identitas lain muncul untuk menghadapi orang atau situasi yang memicu trauma. Transisinya kadang nggak bisa dikontrol, dan bisa bikin orang terheran-heran dengan perilaku diri sendiri.

Kehilangan atau Penelantaran: Luka dari Kehilangan yang Dalam

Kehilangan orang terdekat atau ditinggalkan secara emosional bisa bikin trauma yang mendalam. Anak yang ditinggalkan orang tua atau figur pentingnya sering merasa kosong dan kesepian. Gangguan Mental Kepribadian tambahan muncul sebagai teman atau pelindung dari rasa sakit ini.

Transisinya kadang subtil. Satu identitas tetap mencoba berinteraksi dengan dunia, sementara identitas lain muncul hanya saat mereka merasa aman atau ketika rasa kehilangan terlalu kuat. Gangguan Mental Mekanisme ini membantu mereka tetap berfungsi walau hatinya terluka.

Gangguan Mental Kepribadian Ganda Bisa Disebabkan 5 Faktor Trauma

Tekanan Lingkungan yang Kronis: Stres yang Menggerogoti Pikiran

Lingkungan yang penuh tekanan kronis, seperti hidup dalam rumah tangga konflik atau lingkungan sosial yang keras, bisa memicu kepribadian ganda. Gangguan Mental Stres berkelanjutan bikin otak mencari cara untuk mengurangi tekanan emosional. Salah satu cara ekstremnya adalah membagi diri menjadi beberapa identitas.

READ  Hari Kesehatan Mental dan 5 Langkah Sederhana Menjaga Waras

Transisinya bisa halus tapi nyata. Satu identitas menghadapi tugas sehari-hari, sementara identitas lain muncul untuk menanggung stres atau rasa takut. Gangguan Mental Mekanisme ini membagi beban psikologis sehingga mereka bisa “bertahan” dalam situasi yang berulang-ulang membuat stres.

Kesimpulan

Gangguan mental kepribadian ganda muncul karena trauma yang berlapis dan kompleks. Lima faktor utama kekerasan fisik, kekerasan emosional, trauma seksual, kehilangan atau penelantaran, serta tekanan lingkungan kronis bisa memicu otak untuk membagi diri menjadi beberapa identitas. Memahami faktor-faktor ini penting supaya kita bisa lebih empati terhadap orang yang mengalaminya. Bukan soal lemah atau “aneh”, tapi soal mekanisme bertahan hidup yang ekstrem.

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications